Anggaran Rp 13,6 Triliun dan Dampaknya ke Inflasi
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 13,6 triliun untuk program diskon tarif listrik pada awal 2025.
Sebanyak 71 juta pelanggan menerima diskon pada Januari 2025 dan 64,8 juta pelanggan pada Februari 2025.
Diskon tarif listrik ini diharapkan tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga menekan inflasi, terutama pada komponen harga yang diatur pemerintah (administered price).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Januari 2025 deflasi administered price mencapai 7,38% month on month (mom) dan 6,41% year on year (yoy).
Sementara itu, pada Februari 2025 tercatat deflasi administered price 2,65% mom dan 9,02% yoy.
Menurut Suahasil, program diskon tarif listrik ini dapat menurunkan inflasi administered price.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











