“Nanti sesi wawancara ini akan kita buat terbuka, bahkan direncanakan disiarkan secara langsung agar masyarakat bisa menyaksikan,” ungkapnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk transparansi pemerintah sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam mengawasi proses seleksi pejabat strategis.
Hindari “Kucing dalam Karung”
Wali Kota menegaskan tidak ingin memilih Sekretaris Kota tanpa proses yang jelas dan terukur.
“Saya tidak mau memilih kucing dalam karung. Saya ingin Sekretaris Kota yang terpilih benar-benar memenuhi kompetensi manajerial, teknis, dan kompetensi lainnya,” tegasnya.
Dengan konsep seleksi terbuka ini, Pemkot Ambon berharap dapat menghasilkan Sekot yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses birokrasi yang transparan dan akuntabel. (Piere Pattipawaey)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









