Pendaki Tanpa Izin Nyaris Disapu Erupsi Gunung Dukono

oleh -2 Dilihat
Foto: Romobongan pendaki turun dari Gunung Dukono di Halmahera Utara saat erupsi. (Dok. Istimewa)

Sedangkan pada periode 1 – 15 Agustus 2024, terjadi 2.387 kali gempa letusan. Kondisi tersebut mengindikasikan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi.

Pada level tersebut, PVMBG telah merekomendasikan beberapa poin kepada otoritas daerah dan publik, diantaranya pertama masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 km.

Rekomendasi berikutnya, mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin sehingga area landaan abunya tidak tetap.

“Kondisi tersebut merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala BPBD Halmahera Utara Hentje Hetharia, mengatakan, belum mengetahui dari mana rombongan pendaki itu berasal.

Baca Juga  Ketua PTA Ambon Lantik Sitti Sarifah sebagai Panitera Pengganti PA Masohi

“Saat ini kami sedang melacak keberadaan mereka, tapi belum ketemu juga. Mereka diduga tim pendaki yang berasal dari luar Tobelo (Halmahera Utara),” ujarnya.

“Jadi begini, sesuai klarifikasi yang saya sampaikan bahwa teman-teman pendaki ini tidak kami ketahui dari mana asal mereka, jumlah anggota, tujuan (mendaki) dan lain-lain,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.