Porostimur.com, Jakarta – Penjualan motor sejauh ini masih cukup stabil selama beberapa bulan terakhir. Walau dengan kondisi pasarnya yang belum sepenuhnya memulih akibat dampak krisis chip semi-konduktor. Seharusnya penjualan motor bisa pulih sebelum tahun 2022 berakhir. Meskipun sejumlah produsen agak khawatir target penjualan tahun ini tidak tercapai.
Berbicara soal penjualan, sepanjang tahun ini hasilnya terpantau cukup stabil. Meski demikian, ada sejumlah penjualan yang mengalami penurunan, walau tidak terlalu signifikan seperti yang diduga. Terlebih dengan pasarnya yang juga masih berkembang, walau tidak secepat tahun-tahun sebelumnya.
Krisis chip semi-konduktor masih terus terjadi sampai sekarang, walau dampaknya tidak separah sebelumnya. Apalagi produsen seperti Honda sudah mulai menunjukkan pemulihan produksi motor matiknya. Sehingga dengan ini, waktu tunggu indennya lebih pendek, dari biasanya lebih dari 5 bulan menjadi 2-3 bulan.

Bisa Tembus Target?
Namun sepertinya itu masih belum cukup untuk memulihkan penjualan motor di Indoensia sampai sejauh ini. AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia) mengatakan kalau dengan dampak krisis chip yang sudah berkurang seharusnya sudah bisa memulihkan penjualannya. Walau sejumlah produsen agak khawatir kalau target penjualan tahun ini tidak bisa tercapai tepat waktu.








