Penyiar Radio Filipina Ditembak Saat Menyetir, Kerap Kritik Pemerintah

oleh -46 views

Porostimur.com, Manila – Seorang jurnalis Filipina, Percival Mabasa, telah ditembak mati saat mengemudi di ibu kota negara itu, menurut polisi pada Selasa, 4 Oktober 2022. Kematian Mabasa, 63 tahun memicu kecaman dari kelompok media dan aktivis. Pembunuhan wartawan itu disebut merupakan pukulan terhadap kebebasan pers.

Wartawan radio Percival Mabasa, 63, dibunuh oleh dua penyerang di gerbang kompleks perumahan di daerah Las Pinas di Manila pada Senin malam. “Insiden yang terjadi di Metro Manila menunjukkan betapa kurang ajarnya para pelaku, dan bagaimana pihak berwenang telah gagal melindungi wartawan serta warga biasa dari bahaya,” kata Persatuan Jurnalis Nasional Filipina.

Polisi nasional berjanji akan mengusut pembunuhan wartawan Mabasa hingga tuntas. Belum ada komentar resmi dari pemerintah.

Baca Juga  Raker dengan Komisi II DPR RI, Menteri AHY Laporkan Realisasi Kinerja Tahun Anggaran 2023, 2024, dan Rencana Kerja 2025

Bulan lalu terjadi pula serangan terhadap jurnalis radio Rey Blanco di Filipina tengah. Ia ditusuk berulang kali.

Filipina adalah negara dengan lingkungan media paling liberal di Asia, namun juga menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis, terutama di provinsi-provinsinya.

Setidaknya 187 telah tewas dalam 35 tahun terakhir di Filipina, menurut pengawas internasional Reporters Without Borders. Dari jumlah itu termasuk 32 tewas dalam satu insiden pada tahun 2009.

No More Posts Available.

No more pages to load.