Penyiar Radio Filipina Ditembak Saat Menyetir, Kerap Kritik Pemerintah

oleh -142 views

Keluarga Mabasa menyebut pembunuhan wartawan itu sebagai “kejahatan yang menyedihkan.” Mereka menuntut pembunuhnya diseret ke pengadilan.

Kelompok hak asasi manusia Karapatan menggambarkan pembunuhan wartawan Mabasa yang merupakan salah satu penebar kebenaran itu menjadi tindakan paling kejam di Filipina. Video di saluran YouTube Mabasa, yang memiliki 216.000 pelanggan. Selama ini dia dikenal kritis terhadap presiden Filipina sebelumnya Rodrigo Duterte. Ia juga kerap mengkritik beberapa kebijakan dan pejabat dalam pemerintahan Ferdinand Marcos Jr.

“Kami tidak mengabaikan kemungkinan penembakan itu terkait dengan pekerjaan korban di media,” kata kepala polisi setempat Jaime Santos dalam sebuah pernyataan.

(red/channel news asia)

No More Posts Available.

No more pages to load.