Perempuan Penari

oleh -19 Dilihat

Tiba-tiba seorang warga menegur Cahyu dan mengembalikan kesadarannya. Warga itu menghimbau agar ia cepat pulang dan mengamankan diri karena situasi saat ini tidak aman. Takut-takut jika bukan hanya Sukma yang melakukan praktek pembunuhan terhadap perawan itu. Cahyupun megikuti himbauan itu dan segera pulang ke rumah.

Malam begitu cepat merangkak di ketinggian langit, membuat suasana desa semakin mencekam. Belum lagi suara lolongan anjing di kejauhan menambah suasana malam seperti menyanyikan kidung kematian.

Malam ini lagi-lagi Cahyu hanya tinggal di dalam rumah menemani mak Inah. Ia bercerita panjang lebar mengenai situasi desa saat ini. Mulai dari ditemukannya mayat perawan di dekat danau Maninjau dan ditangkapnya tesangka pembunuhan terhadap beberapa perawan di desa itu. Mak Inah tampak manggut-manggut medengarkan cerita anak semata wayangnya tersebut.

Baca Juga  Enam Tahun Berlalu, Jalan Kairatu–Honitetu Masih Rusak, Warga Minta Pemprov Maluku Lanjutkan Perbaikan

Tiba-tiba wanita renta itu disusupi ketakutan akan putri semata wayangnya yang saat ini telah meginjak usia delapan belas tahun tersebut. Tak ingin telampau cemas ia menyuruh Cahyu kembali ke kamarnya dan istirahat.

“Nak ayo istirahat, emak udah ngantuk. Oh iya sebelum tidur pintu dan jendelanya ditutup rapat ya?”. Setelahnya keduanya beranjak menuju kamar masing-masing.

No More Posts Available.

No more pages to load.