Perempuan yang Dipinjam Laut

oleh -374 views

Adrian baik.

Cerdas.

Penuh perhatian.

Pada suatu malam ia berkata,

“Aku sedang mencari rumah.”

“Selamat.”

“Mungkin tahun depan.”

Lela tersenyum.

“Lalu?”

“Aku berharap kita mengisinya bersama.”

Kalimat itu diucapkan dengan tenang.

Tanpa drama.

Tanpa bunga.

Namun justru karena itulah ia terasa begitu sungguh-sungguh.

Beberapa minggu kemudian Adrian mengajaknya bertemu kedua orang tuanya.

Percakapan berlangsung hangat.

Sampai ibunya Adrian bertanya,

“Ibumu tinggal sendiri di Maluku?”

“Iya.”

“Nanti kalau sudah menikah, ajak saja pindah ke Jawa.”

Lela hanya mengangguk sopan.

Tetapi sepanjang perjalanan pulang, ia nyaris tak berkata apa-apa.

Di dalam mobil, Adrian bertanya pelan,

“Ada yang mengganggumu?”

Lela memandang keluar jendela.

Baca Juga  OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mendengar dan Berbicara Secara Bersamaan

Lampu-lampu kota meluncur seperti garis-garis cahaya.

“Aku baru sadar…”

“Apa?”

“…selama ini aku selalu diajari cara meninggalkan kampung.”

Ia menarik napas panjang.

“Tapi tak pernah diajari bagaimana cara kembali.”

Adrian menggenggam kemudi tanpa berkata apa-apa.

Untuk pertama kalinya mereka menyadari bahwa mereka sedang berjalan menuju dua arah yang berbeda.

Beberapa bulan kemudian, hubungan itu berakhir.

Tanpa pertengkaran.

Tanpa saling menyalahkan.

Mereka hanya sama-sama memahami bahwa cinta tidak selalu mampu mengalahkan akar yang tumbuh jauh di dalam diri seseorang.

No More Posts Available.

No more pages to load.