Kolaborasi Baznas dan Pesantren
Zainut menilai sinergi antara Baznas RI dan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath merupakan contoh kolaborasi strategis dalam memperluas jangkauan dakwah nasional.
Dalam skema ini, pesantren berperan menyediakan dai yang telah dipersiapkan untuk bertugas di lapangan, sementara Baznas mendukung pembiayaan serta memastikan keberlanjutan program melalui pendekatan pemberdayaan berbasis zakat.
Model kemitraan tersebut dinilai dapat direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa, terutama wilayah yang membutuhkan pendampingan intensif bagi komunitas mualaf.
Dakwah Humanis Jadi Kunci
Zainut menegaskan bahwa para dai yang diterjunkan wajib mengedepankan pendekatan dakwah bil hikmah, yakni dengan mengutamakan kebijaksanaan, keteladanan, dan dialog yang santun.
“Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kondisi sosial masyarakat sebelum melakukan pembinaan agar proses dakwah berjalan bertahap dan mampu membangun kepercayaan.
“Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi,” ucapnya.







