Pertamina Targetkan Blok Masela Bisa Beroperasi Sebelum 2030

oleh -15 views

Seperti diketahui, sumber daya gas merupakan sumber energi yang menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan energi batu bara. Oleh karena itu, proyek gas Masela ini diperlukan segera dalam proses transisi energi dari energi “kotor” ke energi yang lebih bersih.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan sederet kendala yang membuat pengembangan Lapangan Gas Abadi, Blok Masela masih tersendat.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan banyak sekali faktor yang membuat pengembangan Blok Masela jalan di tempat. Salah satunya yaitu pandemi Covid-19 beberapa tahun belakangan.

Ditambah lagi, Shell memutuskan hengkang dari proyek itu pada pertengahan 2020. Hal ini pun membuat proyek yang masuk dalam daftar strategis nasional tersebut mengalami kemunduran.

Baca Juga  Putri Dubai Umumkan Cerai di Medsos: "Suamiku Tercinta, Aku Menceraikanmu"

Sementara, untuk mencari investor pengganti Shell dengan kondisi harga minyak mentah dunia pada saat itu yang cukup rendah tidaklah mudah.

“Sehingga masalah Shell divestasi harus cari pengganti 35% kan besar gak bisa oleh operatornya,” kata Dwi dalam RDP bersama Komisi VII, dikutip Kamis (28/3/2024).

Tak berhenti di situ, setelah masuknya konsorsium PT Pertamina (Persero) dan Petronas di Blok Masela menggantikan Shell pada tahun 2023 lalu, Inpex selaku operator mengajukan revisi rencana pengembangan Blok Masela. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan net zero emissions (NZE).

No More Posts Available.

No more pages to load.