Di dalam bukunya yang berjudul Renungan Tasawuf, Buya Hamka menceritakan kisahnya ketika menjawab pertanyaan mantan wakil presiden, Bung Hatta, tentang doa dan surga. Bung Hatta menanyakan kepada beliau tentang doa yang memberikan banyak pengharapan kepada yang memanjatkan doa tersebut. Misalkan, membaca doa akan diberi kemudahan masuk surga tanpa dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bung Hatta juga menanyakan apakah dengan membaca ayat kursi sebelum tidur, maka kalau meninggal sesudah membaca ayat kursi tersebut, akan masuk surga tanpa proses penghitungan amal (tanpa hisab) lagi. Bertanya juga Bung Hatta apakah kalau membaca doa ini dan doa itu, sekian kali pagi dan sekian kali petang, dosa kita akan dengan mudah diampuni?
Almarhum Bung Hatta, cerita Buya Hamka , banyak meminta pendapat mengenai hal-hal seperti itu. Bung Hatta masih meragukan keyakinannya, bahwa hanya dengan bacaan doa dan bacaan Al-Qur’an saja orang akan dengan mudah masuk surga. Karena itulah Bung Hatta bertanya.
Buya Hamka turut merenung. Tidak berapa lama kemudian pertanyaan-pertanyaan Bung Hatta yang ditujukan kepada Buya Hamka yang lewat surat itu, dijawab. Beliau Buya Hamka mengawali pertanyaan itu dengan menuliskan sebuah ayat dalam Al-Qur’an.










