Sebelumnya pada 29 Oktober lalu Elon Musk sempat berjanji akan membuka akses jaringan internet satelit Starlink untuk membantu warga Gaza berkomunikasi dengan dunia luar, pasca pemerintah Israel dengan sengaja melakukan blokade listrik dan internet.
Tak hanya itu imbas pemadaman tersebut, sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Bulan Sabit Merah, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hilang kontak dengan staf mereka yang tengah ditugaskan di Jalur Gaza.
Hal ini yang mendorong Elon Musk untuk membuka blokade internet agar dapat membantuan masyarakat Gaza mengakses dunia luar melalui konstelasi satelit Starlink.
Namun setelah menggelar diskusi mengenai kengerian serangan teror Hamas dan penderitaan warga Israel yang ditawan.
Musk akhirnya sepakat untuk membatalkan pemasangan jaringan internet Starlink.
Meski begitu, Elon Musk kabarnya akan tetap melakukan aksi sosial dengan menyumbangkan semua pendapatan platform X ke pengungsi di Palestina dan ke korban perang Hamas yang berada di Israel.
“X Corp mendonasikan semua pendapatan dari iklan dan langganan terkait perang di Gaza ke rumah sakit di Gaza dan Palang Merah Bulan Sabit Untuk memastikan bantuan disalurkan dengan baik, kami akan melacak bagaimana dana dibelanjakan dan disalurkan. Ide-ide yang lebih baik dipersilakan,” ujar Musk.










