Polisi ungkap modus investasi bodong Karapoto

oleh -120 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : PT. Karapoto Finance Teknologi, ternyata belum memiliki izin Dari Otoritas NASA Keuangan (OJK). Praktek busuk ini, berhasil diungkap

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, mengatakan untuk mengelabuhi nasabah, pihak Karapoto selama ini menggunakan dokumen pengajuan izin dengan modus, bahwa perusahaan investasi bodong itu telah memiliki izin secara legal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Padahal yang disebut-sebut izin itu hanya sebatas dokumen pendaftaran, bukan izin resmi OJK.

Modusnya, dokumen pendaftaran itu dipakai untuk menyakinkan bahwa PT Karapoto telah terdaftar di OJK agar nasabah percaya untuk menginvestasikan modalnya dengan janji bunga 40 persen.

Polda Maluku Utara mengungkap, modus lain yang juga digunakan seakan-akan ada dua kantor atau dua perusahaan berbeda yang dikendalikan pasangan suami istri, Fitri Puspita Hapsari selaku bos PT. Karapoto, dan suaminya Ardiansyah.

Baca Juga  Jadi Ketua Penanganan Virus Corona, Kepala BNPB Doni Monardo Mohon Doa

Padahal hasil penyelidikan polisi menemukan, PT. Karapoto yang beralamat di Kelurahan Stadion itu bergerak di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM), sedangkan di Dufa-dufa bergerak dibidang investasi untuk mengumpulkan dana nasabah dengan menjanjikan bunga 40 persen.

“Masyarakat (nasabah) selama ini berasumsi uang diinvestasikan di Dufa-Dufa itu dibawah PT Karapoto, padahal itu milik Fitri yang dipakai untuk mengumpulkan dana nasabah, padahal itu investasi bodong,” jelas Diteskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur, Senin (21/1).

Masrur menjelskan, uang nasabah yang diinvestasikan melalui kantor di Dufa-dufa dikendalikan Ardiansyah dan Fitri selaku bos PT Karapoto, ternyata tidak memiliki badan hukum. Modus mereka menyamarkan kegiatan investasi dibawah naungan Karapoto yang didaftarkan ke OJK, tapi belum ada izin resmi dari OJK.

Baca Juga  600 Perempuan Pakistan Dijual untuk Jadi Istri Melalui Kawin Paksa di China

Masrur mengaku, saat ini pihaknya masih terus melakukan pelacakan rekening kedua pasangan suami istri, Fitri dan Ardiansyah. Ardiansyah sudah dua kali diperiksa, tapi yang bersangkutan tidak hadir.

“Ardiansyah sudah dua kali dipanggil namun belum hadir, bahkan kami sudah datangi rumanhya tapi tidak bertemu,” kata Masrur.

Masrur mengatakan, status Fitri selaku bos PT. Karapoto masih saksi, apabila pada 31 Januari 2019 rencana pencairan dana nasabah tidak sesuai, maka dinaikan status menjadi tersangka.

Selain itu, menjelang pencairan dana nasabah sesuai perjanjian Fitri yang akan mencairkan seluruh dana nasabah pada tanggal 31 Januari 2019, pihaknya sudah mengantisipsis dengan cara membentuk satgas serta posko pengaduan korban investasi. (raks)