“Politainment” dan Wajah Pilkada 2024

oleh -572 views

Oleh: KA Widiantara, Akademisi dan Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada

STRATEGI kampanye “gemoy” pada Pilpres lalu nampaknya di-copy paste oleh berbagai kandidat yang berlaga dalam Pilkad, a 2024.

Gaya komunikasi politik ini tidak sekadar “joged-joged”, namun juga sarat hiburan, kocak dan guyon. Selebihnya minim gagasan substantif di ruang publik.

Pascapenetapan nomor urut oleh KPU, tim pemenangan, buzzer hingga influenzer ramai-ramai memproduksi konten hiburan dan ajakan politis para kandidat di daerah.

Tujuannya tak lain untuk mempersuasi dan menggiring opini publik untuk memilih calon yang mereka endorse pada 27 November 2024 mendatang.

Potongan-potongan video kandidat di berbagai daerah bertebaran di platfom media sosial. Medan laga kampanye maya tersebut menjadi ruang efektif dan efisien untuk menggalang dukungan dan amplifikasi pesan politik.

Baca Juga  Nelayan di Bacan Selatan Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tak sedikit kandidat saling senggol program, menyapa konstituen sembari joging, blusukan dari gang ke gang, menikmati lalapan di street food hingga menjanjikan program klasik berlabel gratis. Misalnya, Pendidikan dan Kesehatan.

Ada pula kandidat di berbagai daerah menggunakan politik “satu komando”, terutama calon yang diusung Koalisi Indonesia maju.

No More Posts Available.

No more pages to load.