Masyarakat juga perlu lebih kritis dalam memilih pemimpin. Jangan mudah terbuai oleh citra dan gimik yang ditampilkan. Perhatikanlah program dan visi yang ditawarkan. Hanya dengan cara ini harapan untuk mendapatkan pemimpin yang ideal dapat diraih.
Para politisi dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memperbaiki budaya politik ini. Politisi harus lebih jujur dan transparan dalam kampanye, sementara masyarakat harus lebih cerdas dan kritis dalam menilai calon pemimpin.
Dengan begitu, budaya politik yang lebih sehat, beradab, dan berorientasi pada pembangunan substansial akan terwujud dan pada akhirnya membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jika tidak, kebudayaan politik akan sulit keluar dari labirin rumit perilaku-perilaku tidak bermoral. Pemimpin terpilih akan lebih sibuk tampil di depan kamera ataupun baliho dibanding bekerja nyata.
Mari mulai menilai calon pemimpin bukan dari seberapa sering mereka tersenyum di baliho-baliho, tetapi dari seberapa banyak program konkret yang mereka tawarkan dan realisasikan.
Kepada para akademisi, mari sedikit keluar dari kerangkeng untuk menyiapkan politik bermoral dan sarat gagasan.
sumber: kompas.com










