Politik Mimikri

oleh -412 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Dalam politik demokrasi, tugas para politisi adalah memenangkan hati dan pikiran para pemilih. Mereka berusaha meyakinkan pemilih dan mengkompromikan posisi mereka dengan kepentingan pemilih.

Sebaliknya, para pemilih dihadapkan dengan berbagai macam jenis politisi yang memiliki agendanya sendiri. Mereka bebas memilih siapa saja. Mereka wajib mendengarkan dan melihat rekam jejak para politisi ini.

Pilihan mereka akan menentukan masa depan mereka. Itulah sebabnya dalam demokrasi, mereka merasa bahwa mereka menentukan masa depan mereka sendiri.

Kebalikan dengan negara bersistem diktatorial atau otoriter. Para politisi tidak memberikan pilihan apapun. Kalaupun ada pemilihan, para pemilih sudah ditentukan harus memilih apa.

Baca Juga  Ini 5 Zodiak yang Sering Mengalami Patah Hati, Cancer di Urutan Pertama!

Para pemimpin menentukan apa yang mereka rasa paling baik untuk rakyatnya. Tentu saja, dalam banyak kasus, yang terbaik itu seringkali yang terbaik untuk dirinya, keluarganya, dan para kroninya.

Dalam hidup sosial politik selalu ada ketidakpuasan. Dalam demokrasi, ketidakpuasan itu boleh dan dianjurkan untuk disampaikan. Dia akan menjadi hambatan untuk penguasa agar tidak sewenang-wenang. Kadang para pengritik memiliki wakilnya di parlemen. Para penguasa harus tebal kupingnya dan melayani argumen-argumen kritik.

No More Posts Available.

No more pages to load.