Pendekatan Humanis dan Edukatif
Kapolres menegaskan bahwa operasi ini tidak berorientasi pada jumlah penindakan, melainkan lebih mengutamakan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, serta sosialisasi kepada masyarakat.
“Penegakan hukum dilakukan secara selektif, proporsional, profesional, dan humanis, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Delapan Arahan Strategis Kapolres Tual
Dalam pelaksanaan operasi, Kapolres Tual juga memberikan delapan penekanan utama kepada seluruh personel, di antaranya:
- Deteksi dini dan pemetaan titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan.
- Penguatan sinergi lintas instansi dalam pengelolaan jalur aktivitas masyarakat dan kawasan wisata.
- Intensifikasi penyuluhan tertib berlalu lintas secara humanis melalui berbagai media.
- Sosialisasi pembatasan operasional kendaraan berat sumbu tiga ke atas.
- Pelaksanaan ramp check kendaraan bersama instansi terkait.
- Peningkatan patroli dan pengaturan lalu lintas di titik rawan.
- Penegakan hukum terhadap angkutan ilegal secara tegas dan profesional.
- Optimalisasi ETLE serta penindakan langsung yang tetap mengedepankan edukasi.
Harapan Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib
Kapolres berharap pelaksanaan Operasi Simpatik Salawaku 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat di wilayah Maluku, khususnya di Kota Tual.
“Diharapkan operasi ini mampu menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, selamat, dan berkesinambungan,” pungkasnya.
(Megarivera Renyaan)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









