Popularity Contest

oleh -300 views
Made Supriatma

Ada satu pejabat yang akhir-akhir ini moncer sebagai fenomena online. Dia adalah Menteri Keuangan Republik Brouhaha ini. Dia hantam kiri dan kanan. Dan tampaknya dia tahu siapa yang harus diajak berantem. Tentu berantem dengan DPR itu menyenangkan dan mudah — karena popularitas lembaga ini sangat rendah.

Dia mengocorkan 200 triliun ke ekonomi Indonesia. Akan tumbuh 6%, katanya. Ekonom-ekonom yang saya ajak bicara sebagian besar mengatakan bahwa menghitung pertumbuhan itu mengandaikan banyak asumsi. Ekonomi selalu adalah ilmu tentang asumsi — andaikan a harganya konstan, maka kita akan bisa tumbuh sekian; tapi jika berubah maka pengaruhnya akan berkurang di sisi x, bertambah di sisi ya.

Baca Juga  Video Perlakuan Aktivis Flotilla Tuai Kecaman Global, 9 WNI Ikut Ditahan Israel

Itulah sebabnya ilmu ekonomi ketika akan membikin sesuatu selalu membuat model (modeling). Model-model itu dibikin berdasarkan asumsi-asumsi dengan data-data yang ada.

Menteri Keuangan yang mulia ini ternyata tidak pernah memberikan model. Dia hanya kutip angka-angka outputnya. Tidak ada rasionalisasinya. Tapi, rejim pemerintahan sekarang ini memang senang dengan angka-angka. Dan, sebagian besar itu fantastis: sekian 1,600 triliun kekayaan Danantara. 37 juta orang diberi makan MBG per Oktober 2025. 84 ribu Koperawi Merah Putih. Dan lain sebagainya.

No More Posts Available.

No more pages to load.