Laporan itu juga menyebut adanya dukungan finansial dan struktural kepada klub-klub yang berbasis di permukiman, bahkan beberapa di antaranya pernah tampil di kompetisi UEFA seperti Liga Champions dan Liga Europa.
Isu ini berangkat dari status permukiman Israel di Tepi Barat yang oleh banyak resolusi internasional, termasuk pandangan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Mahkamah Internasional, dinilai melanggar hukum internasional. Namun, pemerintah Israel secara konsisten menolak klaim tersebut.
UEFA Bantah Tuduhan
Menanggapi laporan itu, UEFA menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan menilai narasi yang berkembang bersifat sensasional.
“Tuduhan terhadap presiden kami sama sensasionalnya dengan ketidakberdasarannya, dan kami menyesalkan sensasionalisme yang dapat diprediksi di sekitarnya,” ujar perwakilan UEFA kepada The Athletic.
UEFA juga menegaskan bahwa organisasinya tidak terlibat dalam politik dan selalu berpihak pada olahraga serta kemanusiaan.
“Kami berpihak pada olahraga dan kemanusiaan, bukan politik, dan tindakan kami berbicara lebih keras daripada judul-judul populis,” tegasnya.
Sementara itu, hingga laporan ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang diajukan ke ICC tersebut.










