Produk Gagal Bermerek Jokowi

oleh -259 views

Jokowi terobsesi dengan proyek-proyek fisik megah dan mewah, dengan dana utang, untuk menunjukkan siapa kami, ketimbang membangun kedaulatan dan martabat kita—rakyat yang ia bebani berbagai iuran, pungutan dan pajak yang memberatkan.

Jokowi lupa diri, keasyikan menikmati kekuasaan, 10 tahun berdiam di istana “berbau kolonial” membuatnya bukan cuma berbau—namun juga berperilaku—kolonial. Termasuk kegemarannya melempar-lemparkan hadiah kepada rakyat dari mobilnya yang melaju. Ia berupaya menaklukkan semua hal, dari parpol, birokrasi, hingga aparat, dan menjadikannya sebagai koloni.

Nawacita yang menjadi slogan kampanye Jokowi untuk memasarkan diri, semakin tidak terbukti. Ia berceloteh, mendongeng, bahwa Negara bakal hadir untuk melindungi rakyat; Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih; Membangun Indonesia dari pinggiran; Meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan; Meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat; Mewujudkan kemandirian ekonomi; Melakukan revolusi (mental) karakter bangsa; Memperteguh kebhinnekaan dan restorasi sosial.Jokowi

Baca Juga  YPKIM Bongkar Rapuhnya Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan: Dari Bank, Asuransi hingga Pinjol

Dongeng Nawacita itu kini justru menjadi fakta Nawa dosa. Jokowi justru: Membangun dinasti politik; Melumpuhkan demokrasi; Mengembalikan TNI ke ranah sipil; Menjadikan kepolisian dan kejaksaan sebagai alat kekuasaan; Melemahkan KPK; Memperbesar utang; Merusak lingkungan; Menggusur rakyat; Memindahkan ibukota—sebagai ambisi pribadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.