Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Riset ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat adat. Tanpa sinergi, potensi besar Nusalaut sulit berkembang maksimal. Program ini juga melibatkan pendidikan vokasi untuk transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat lokal.
Ketua Latupati Kecamatan Nusalaut menyampaikan, “Kami menyambut baik riset ini karena sejalan dengan semangat masyarakat adat untuk menjaga alam dan budaya Nusalaut. Desa-desa adat dapat lebih maju tanpa kehilangan jati diri dan tradisi yang diwariskan leluhur,” ujarnya.
Direktur Politeknik Negeri Ambon Daddy Mairuhu menambahkan, “Keterlibatan kampus melalui program LPDP ini bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi bagi masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan riset yang memberi dampak langsung, memperkuat kapasitas lokal, dan mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan.”
Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Keberlanjutan
Sebagai bagian dari implementasi riset, program ini mendorong pembinaan BUMDes dan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap negeri adat.
BUMDes diharapkan dapat mengelola potensi ekonomi lokal, sementara Pokdarwis menjadi garda terdepan dalam pengelolaan destinasi berbasis masyarakat.
Riset ini juga menekankan aspek keberlanjutan. Desain fasilitas dan strategi pengelolaan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keunikan budaya lokal, agar pengembangan pariwisata memperkuat, bukan merusak, identitas masyarakat Nusalaut.











