Proyek Trans Papua Dinilai Kontradiktif dengan Budaya Lokal Nduga

oleh -90 views

“Ketika Trans Papua dibangun, itu sedikit banyak merusak flora dan fauna, yang dijaga oleh masyarakat Nduga,” ungkap Hipolitus.

“Jadi logika pembangunan bertabrakan dengan logika konservasi, maupun perlindungan masyarakat di sekitar Taman Lorentz,” lanjutnya.

Pembangunan Trans Papua sudah dimulai sejak pemerintahan Presiden B.J Habibie, dan diteruskan oleh presiden-presiden berikutnya, termasuk Jokowi. Rencananya, Jalan Trans Papua sepanjang 4.330 km rampung pada 2019.

Pada masa Jokowi, panjang Jalan Trans Papua yang harus dibuka atau ditembus adalah sepanjang 1.066 km. Sampai dengan akhir 2017, Jokowi sudah membuka jalan 910 km, atau 85 persen.

Sumber; tirto.id