Para nabi dan rasul adalah teladan dalam ketaatan kepada Allah SWT, baik dalam akhlak maupun ibadah. Kisah-kisah mereka kerap dijadikan rujukan untuk memahami bagaimana seorang hamba seharusnya menjalani kehidupan yang penuh ketaatan.
Salah satu nabi yang dikenal memiliki ketekunan luar biasa dalam ibadah adalah Nabi Idris AS. Dalam berbagai literatur Islam, kisahnya sering dikaitkan dengan kesungguhan beribadah, termasuk salah satunya amalan puasa setiap hari sepanjang hidup.
Kesungguhan beribadah tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Maryam ayat 56,
وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِدْرِيْسَۖ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا ۙ
Artinya: “Ceritakanlah (Nabi Muhammad kisah) Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah orang yang sangat benar dan membenarkan lagi seorang nabi.”
Dalam sejumlah literatur kisah para nabi, Nabi Idris AS dikenal sebagai sosok yang sangat tekun dalam ibadah, termasuk dalam menjalankan puasa. Dijelaskan dalam Arwa’ Al-Qashash fi Luthfillahi bi Ibadihi karya Sayyid Uthwah terjemahan Nabhani Idris, Ibnu Katsir mengatakan Nabi Idris AS bersama istrinya kerap melaksanakan puasa dahr, yaitu puasa yang dilakukan secara terus-menerus.










