Puisi Erotis yang Dibaca Pada Pertemuan Para Sufi Menurut Imam Al-Ghazali

oleh -7 Dilihat

Ada pula penggunaan nyanyian dan peralatan musik – seperti seruling dan genderang – secara tak berbobot dan sembrono, paling tidak di mata masyarakat awam. Keagungan al-Qur’an tak pantas, meskipun sementara, dikaitkan dengan hal-hal seperti ini.

Diriwayatkan bahwa sekali waktu Nabi SAW memasuki rumah Rai’ah putri Mu’adz. Beberapa orang gadis-penyanyi yang ada di sana secara tiba-tiba mulai mengalunkan nyanyiannya untuk menghormati beliau. Beliau dengan segera meminta mereka untuk berhenti, karena puji-pujian bagi Nabi adalah tema yang terlalu sakral untuk diperlakukan demikian.

Akan timbul pula bahaya jika ayat-ayat al-Qur’an dipergunakan secara khusus, sehingga pendengar-pendengarnya akan mengaitkannya dengan penafsiran mereka sendiri, dan hal ini terlarang.

Baca Juga  Farida Wahid Tiba di Ambon, Jajaran Kanwil Kemenkum Maluku Sambut Pimpinan Baru

Di pihak lain, tak ada bahaya yang mungkin timbul dalam menafsirkan baris-baris syair dengan berbagai cara, karena memang makna yang diberikan seseorang atas suatu syair tak harus sama dengan yang diberikan oleh penulisnya.

Bentuk lain dari tarian-tarian mistik ini adalah dengan melukai diri sendiri sembari mengoyak-ngoyakkan pakaian. Jika hal ini adalah hasil dari suatu keadaan ekstase murni, maka tak ada sesuatu yang bisa dikatakan untuk menentangnya. Tapi jika hal ini dilakukan oleh orang-orang yang sok disebut “ahli”, maka hal ini adalah suatu kemunafikan belaka.

No More Posts Available.

No more pages to load.