Puisi-Puisi Muakrim M. Noer Soulisa

oleh -314 views

menangis, mengadu

ia terdiam tidak mampu bergerak

bumi telampau panas

geliat pengembara mematung

tak ada pohon untuk berteduh

semuanya tumbang jatuh tersungkur

kini tinggal ranting lapuk mencakar langit

mega biru tak lagi biru

ia diperkosa

bumi

tanah

ber-rahim bencana

anjing eskimo tak lagi menyalak

kukunya tumpul, taring didempul

tajam mata dibantai halimun

balokbalok es mencair

kristal salju pudar

hanya darah berkaca di cermin retak

kita; para anjing hanya mendengus, mulut terkatup

tinggal mati menanti saat bumi memaki

Ambon, 28 Desember 2011

=========

PARA PEMBUAL  KAKI LANGIT (SABDA BUMI)

ada buih di jalanku, yang membuat hanyut terhempas dalam sketsa aliran

disetiap lekuk batu dan cadas kutitipkan rasa menderu tentang cinta  yang tak dimengerti

Baca Juga  Kejari Malteng Dalami Dugaan Penyimpangan Bansos, Baru 15 dari 56 Penerima Penuhi Panggilan

seribu cinta seribu cinta dalam dekap mata pena mengalir

tergerai tutup sembilu yang lama buat hati nyilu

namun kemudian mati;pucat pasi

akh…digoreskan lagi tinta tentang dahaga yang merogoh kantung kemaluan pertiwi

seribu cinta seribu cinta

dalam dekap mata pena kembali mengalir

basahi persada, nodai realita

dalam refleksi warna luka tiada tara

panggilkan kepadaku semua para pembawa tarian tinta itu

mereka yang melukis kata;yang katanya atas nama hati, cinta dan kemanusiaan

mereka yang bercerita tentang aku