Rabiah Al Adawiyah adalah salah seorang sufi perempuan yang paling dikenal dalam sejarah Islam, khususnya karena mahabbah atau kecintaannya yang mendalam kepada Allah SWT. Sosoknya begitu ikonik hingga ia dijuluki sebagai The Mother of The Grand Master, ibu para sufi.
Kecintaan Rabiah kepada Allah SWT bukan didasari oleh harapan akan surga atau ketakutan terhadap neraka, melainkan cinta yang murni dan tulus sepenuh hati. Dalam dunia tasawuf, ia menjadi simbol mahabbah sejati yang menginspirasi banyak generasi setelahnya.
Mengenal Sosok Rabiah Al Adawiyah
Menukil buku Khazanah Orang Besar Islam dari Penakluk Jerusalem hingga Angka Nol karya RA Gunadi dan M. Shoelhi disebutkan bahwa Rabiah Al Adawiyah lahir di Basrah (Irak) pada 713 Masehi. Dia memiliki nama lengkap Ummu Khair ibn Ismail Al Adawiyah Al Qisysyiyah
Sejak kecil, ia sudah menghadapi kehidupan yang penuh ujian karena kehilangan kedua orang tuanya, serta ketiga kakaknya yang wafat saat Basrah dilanda wabah kelaparan.
Sejak usia dini, Rabiah harus bertahan hidup seorang diri di tengah keterasingan. Ia sempat menjadi seorang budak, namun setelah memperoleh kebebasannya, ia memilih menyendiri dan bermeditasi di tempat-tempat sunyi. Kala itu, seluruh harta yang ia miliki hanyalah sebuah tikar tua, periuk tanah liat, dan sebongkah batu bata.









