Oleh: Joanny Pesulima, Jurnalis Freelane
Negeri Hutumuri merupakah salah satu Negeri Adat yang terletak di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon Provinsi Maluku, memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga memiliki potensi alam yang luar biasa, termasuk di dalamnya adat istiadat, budaya, wisata pantai, dan sejarah, yang dijaga hingga kini.
Baru-baru ini, salah satu seniman dari komunitas Seni di Negeri Hutumuri, Carolis Elias Horhoruw oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Kemendikbudristek), ditetapkan sebagai maestro alat musik tradisional Tahuri (cangkang kerang), dan mendapat Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2021, dan komunitasnya sudah tampil di berbagai event.
Menurut sejarah pada zaman dulu, ada tiga orang bersaudara yang terlibat perang di Hatubanggali. Usai perang mereka melakukan perjalanan dengan Kora-kora, di tengah perjalanan, yang sulung Katkora (Teminolle) menetap di Tamilou (Seram), yang kedua Korale (Simapole) menetap di Sirisori Pulau Saparua, dan yang bungsu Kora (Silaloi) ke Pulau Ambon dan tiba di Teluk Baguala Passo, yang kemudian menuju ke pedalaman dan tiba di gunung Maot. Di sinilah tempat pemukiman orang-orang Hutumuri pada awalnya dan negeri ini sebut Lounusa yang berarti tiba atau mencari pulau.









