Batang Dua adalah dua pulau berpenghuni yang terletak di tengah lautan bebas antara Ternate dan Bitung di Sulawesi Utara. Konon nama Batang Dua berasal dari pemberian nelayan – nelayan tradisional asal Wayoli – mayoritas menghuni daerah Ibu di Halmahera Barat – yang berburu penyu hingga ke arah utara. Mereka menemukan pulau Mayau dan pulau Tifure lalu bermukim. Makanya mayoritas penduduk Batang Dua berasal dari etnis Wayoli. Data Ternate dalam angka tahun 2019 menyebut jumlah penduduk Batang Dua sebanyak 2951 jiwa. Mayoritas sebanyak 2128 jiwa bermukim di empat kelurahan yang ada di pulau Mayau. Sisanya ada di pulau Tifure yang punya dua kelurahan.
Daerah ini dulunya jadi bagian dari kecamatan Pulau Ternate. Namun untuk kebutuhan pemekaran Kota Ternate di tahun 1999, Batang Dua dimekarkan jadi kecamatan sendiri. Agar syarat Kecamatan yang minimal punya enam kelurahan, Mayau dimekarkan jadi dua, Mayau dan Perum Bersatu. Mayoritas penduduk adalah nelayan dan petani.
Tentang anak anak muda yang jadi relawan bencana itu, secara institusional, GPM memang memiliki kebijakan internal untuk menjadikan mitigasi bencana sebagai salah satu program prioritas dalam Pola Induk Pelayanan (PIP) dan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan 2016 – 2025. “Kami punya relawan AMGPM untuk respons bencana dan sudah dilatih sejak 2012. Ini bagian dari tanggungjawab sebagai warga negara dan sesama umat,” kata Pendeta A.J.S Werinussa. Msi, Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku.




