Relawan Bencana Di Pulau Terluar

oleh -14 Dilihat

Ujian kapasitas itu adalah gempa 7,0 SR yang mengguncang Batang Dua lewat tengah malam tanggal 8 Juli 2019. Anak anak muda itu yang memberi pemahaman bahwa gempa tak memicu tsunami. Meski kepanikan menyeruak, warga tak terlalu resah. Lalu lindu jumat dinihari kemarin berkekuatan 7,4 (direvisi jadi 7,1 SR) membuat mereka terjaga dan bekerja fullday. Saat malam pergi, para relawan itu lalu mendatangi satu demi satu rumah warga, mencatat kerusakan dan korban. Dari kerja merekalah kita jadi tahu, jika lindu itu merusak belasan rumah warga, tiga gereja, satu sekolah dan juga melukai dua remaja perempuan. Semuanya di foto sebagai bukti.

Mereka juga mencatat ada empat ratusan pengungsi yang setiap malam naik ke dua titik pengungsian. Mereka trauma. Ada ibu hamil, puluhan lansia, tigapuluhan balita dan warga yang tidur berimpitan dalam dingin beratap langit. Tak ada makanan, selimut atau tikar pengalas tubuh. Mereka menolak menyerah. Ape yang jadi ketua tim relawan itu, menyebutnya sebagai masa masa menguji iman. Setiap malam ada ibadah untuk menguatkan hati, memohon cinta dari sang Pencipta. Di ujung semua bencana ini, anak anak muda yang relawan itu sejatinya tengah menasbihkan dirinya sebagai Garam dan Terang Dunia.