Dari Bambu ke Orkestra: Suara Ambon untuk Dunia
Sebagai pendiri Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) — kelompok musik yang menggabungkan instrumen bambu tradisional dengan format orkestra modern — Rence sudah lama dikenal sebagai figur yang menjembatani tradisi dan inovasi musik Maluku.
Ia menilai, keberlanjutan predikat Ambon City of Music membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan dukungan kebijakan yang konsisten.
“Tak cukup dari sisi kebudayaan saja. Perlu dukungan ekonomi kreatif, pendidikan, dan pemerintahan daerah yang berjalan seirama,” tambahnya.
Rence juga menyebut bahwa Ambon sudah memiliki modal kuat: sekolah musik, komunitas, festival, hingga musisi diaspora yang aktif di berbagai negara. Namun semua itu harus ditopang oleh kebijakan jangka panjang.
“Kalau hanya proyek musiman, gelar itu akan kehilangan makna,” tegasnya.
Musik Sebagai Identitas dan Bahasa Persatuan
Bagi Rence, musik bagi orang Ambon bukan sekadar hiburan, melainkan identitas yang mengikat masyarakatnya.
“Di Ambon, anak-anak belajar harmoni sejak kecil, bukan hanya lewat nada, tapi lewat hidup berdampingan. Musik adalah bahasa persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya penuh makna.
KMI 2025 yang mengusung tema “Satu Nada Dasar” menjadi momentum reflektif bagi daerah-daerah seperti Ambon untuk kembali menegaskan peran penting musik daerah dalam peta musik nasional.




