Diakuinya, pihaknya membangun komunikasi aktif dengan 3 kementerian sekaligus, yang bertujuan pengembangan Maluku dengan potensi sumber daya alam yang ada.
”Menteri SDM Ignasius Jonan. Tadi saya sudah tandatangan kepadanya. Saya sudah menyurati Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Sudah saya menyurat tadi. Dan saya sudah ada hubungan telepon sama mereka. Tinggal sms-sms. Mereka minta saya bikin surat. Untuk sementara. Tapi tetap itu asesmen,” jelasnya.
Dari sisi sinergitas, jelasnya, ada sinkronisasi program dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah setempat.
Di samping itu kaya menteri SDM dia kan lagi bangun sumur-sumur air bersih. Sumur air bersih itu kalo satu sumur itu, kecepatannya itu dua liter per satu detik. Jadi, kalo dia bangun di satu daerah dia bangun satu sumur di kabupaten/kota itu bisa melayani 250 kepala atau jiwa. Jadi kalo dia bangun 100 sumur, berarti sudah 2500 kepala/jiwa yang bisa terlayani. Kan kita masih kurang di banyak tempat yang air bersihnya sangat dibutuhkan. Dan itu sudah oke sama Menteri SDM,” tegasnya.
Selain sisi pembangunan fisik, terangnya, masih ada target pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Dicontohkannya, Maluku yang memiliki potensi pariwisata, bahkan kerap masuk dalam 100 destinasi wisata di Indoensia, masih minim dari sisi kualitas SDM-nya.




