“Akibatnya, harga kebutuhan sehari-hari berpotensi ikut naik, sementara pendapatan masyarakat desa belum tentu meningkat,” kata Fatkur.
Ancaman Daya Beli Masyarakat
Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menurunkan daya beli masyarakat, khususnya di pedesaan. Ketimpangan antara kenaikan harga dan pendapatan dapat memperbesar tekanan ekonomi kelompok rentan.
Fatkur menegaskan, pelemahan rupiah tidak bisa dianggap sekadar isu pasar keuangan.
“Meski masyarakat desa tidak bertransaksi dengan dolar, efeknya tetap terasa melalui inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok,” jelasnya.
Perlu Langkah Cepat
Ia pun mendorong Bank Indonesia untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Menurutnya, stabilitas rupiah menjadi kunci untuk melindungi kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil yang paling rentan terhadap gejolak harga.
“Stabilitas rupiah tetap penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com




