Sajak Perjalanan dan Tiga Puisi Lain Wirol Haurissa

oleh -1 Dilihat

ini perjalanan di laut dengan ombak ke sana ke mari sampai memelukku dengan basah di tubuh seperti seorang sahabat yang lama dan baru berjumpa di antar buih putih awan, kabut abu-abu nyanyian angin di udara yang menggigil, bukan dinginnya laut.

tapi sesuatu yang lebih berat yaitu segelas kerinduan yang hangat untuk menghilangkan dahaga.

Ouw, 21 Juli 2022

======

SAJAK PERJALANAN

aku tahu sedikit, rasanya tiga hari di sini. air pasang membuat kapal melekat pada pantai. aku menceritakan ini pada seseorang di hari ke empat. dia adalah pelaut yang membawa segelas teh untuk diteguk begitu manis seperti pemandangan laut di pagi hari. aku melihat wajahnya gembira meraba laut telah rapi dan sinar matahari yang miring tiga puluh derajat ke daratan. aku pikir, situasi ini akan membuat kapal belayar dan tidak mengapung lagi di pelabuhan. tapi apa guna semua itu tanpa izin dari perkiraan cuaca dan komendur.

Baca Juga  Karhutla Kepung Waemulang Buru Selatan, Warga Padamkan Api Pakai Air Angkut Tossa

Sanana, 30 Juli 2022

======

LAKI-LAKI MATAHARI

sambil melihat angin menggambar gelombang yang dibawanya ke pantai untuk berbaring. tidak terganggu oleh apapun. begitu kata leanawa; laki-laki matahari di langit yang mengatur laut, teluk dan menaklukkan siang. di tangannya air digenggam seperti sebuah pegangan yang kuat dari ibunya. aku pikir, di kemudian hari, dia akan menjadi anak laki-laki yang akan berjalan di atas laut seperti tuhannya

No More Posts Available.

No more pages to load.