Menurutnya, peringatan satu abad jemaat tidak semata-mata menjadi ajang mengenang sejarah berdirinya jemaat, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan kehidupan berjemaat yang diwarnai tantangan, pergumulan, sekaligus sukacita.
“Tuhan senantiasa bekerja dan menghadirkan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita, termasuk dalam kehidupan berjemaat,” bebernya.
Bodewin menambahkan, penyertaan Tuhan itulah yang memungkinkan Jemaat GPM Galala-Hative Kecil mampu bertahan dan terus bertumbuh hingga mencapai usia satu abad.
Satu Abad Jadi Momentum Hidupkan Panas Pela
Memasuki momentum bersejarah tersebut, Bodewin mengajak seluruh pihak tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi menjadikannya sebagai kesempatan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai adat, budaya, dan sejarah Kota Ambon.
Ajakan itu dinilai penting, terlebih Kota Ambon akan memperingati hari jadinya yang ke-451 pada 7 September 2026.
Bodewin secara khusus menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan Pela dan Gandong antarnegeri. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat Panas Pela antara Galala dan Hative Kecil.
“Nilai-nilai itu harus menjadi sesuatu yang nyata, yang dapat dilihat, disaksikan, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi-generasi kita hari ini dan pada masa yang akan datang,” kata Bodewin.









