Sebaiknya Aku Mengerti

oleh -659 views

Setelah sampai disana, aku langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam. Sudah banyak orang yang datang. “Sya, sepertinya sudah akan dimulai” ucap Noni. Aku menarik tangan Noni, dan menggelengkan kepala. “Hai Sya!” teriak seseorang. Langkah itu mendekatiku, aku semakin gemetaran dibuatnya. “Hai Rel” suaraku bergetar. “Ayo masuk Sya, Non” ucap Karel renyah. “Iya Rel” jawab Noni mewakiliku. Aku, Noni, dan Karel pun masuk ke dalam gedung untuk melihat acara tukar cincin itu. Air mata sudah mulai berjatuhan ke lantai, tapi aku akan terus mencoba untuk bertahan.

Acara pun dimulai. Aku melihat semua itu dengan tegang. Saat Karel akan memakaikan cincin itu di tangan Rara, aku menangis tak kuasa. Aku segera berlari keluar gedung. “Fasya” panggil sahabatku Noni. “Kan aku sudah bilang, kalau tidak kuat tidak usah dipaksakan” ucap Noni. Aku hanya bisa menunjukkan wajah sembabku. Aku merasa lelah, dan Noni mengajakku untuk duduk di bangku. “Sebaiknya kau mengerti Sya” ucap Noni menenangkanku. “Mungkin! Sebaiknya aku mengerti semua ini. Karel hanya terpaksa bertunangan dengan Rara”. “Nah itu kamu tahu Sya. Sudahlah biarkan Karel pergi bersamanya. Kamu itu cantik, baik, pintar pula, pasti banyak lelaki yang mau denganmu Sya” ucap Noni. “Baiklah. Aku ingin pulang”. “Ayo”. “Tapi kau yang menyetir ya Non”. “Iya iya”.

No More Posts Available.

No more pages to load.