Hari hari pun berlalu. Dan hari yang kutunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Pengumuman penerimaan siswa di Universitas Gajah Mada. Dan Alhamdulillah, aku diterima di Universitas tersebut. Kini aku sudah menjadi anak kuliahan.
Hari demi hari ku lewati di Universitas itu. “Hai Sya” ucap seseorang mengagetkanku. Aku segera menengok ke sumber suara. Dan ternyata itu sahabatku. Ya! Noni! “Hai Noni! Kemana aja sih? Dari kemaren sim card mu gak aktif?”. “Hehe… sengaja”. “Dasar Noni!!”. Aku langsung memeluk Noni dengan pelukan yang sangat hangat. Layaknya pelukan dari seorang Ibu.
“Kantin yuk Sya?”. “Gak di SMA, dak disini, makan terus yang dipikirin”. “Hehe.. biarin aja dong” ucap Noni sambil menarik tanganku. Aku dan Noni langsung berjalan menuju kantin. Aku memilih meja nomor 7. “Kamu mau apa Sya?”. “Tumben nanya? Mau mentraktir?”. “Hm.. ya ya! Kali ini saja aku mentraktir kamu”. “Ok! Aku pesen bakso sama jus jeruk aja deh Non”. “Oke, tunggu bentar ya aku pesen dulu”. “Sipp”.
Tak lama kemudian, Noni sudah kembali di hadapanku. “Sya?”. “Ada apa?”. “Kamu udah bisa move on dari Karel?”. “Ngapain bahas dia lagi sih Non?”. “Bukannya gitu Sya. Masalahnya Karel juga kuliah disini!”. “Haah?!” teriakku kencang. “Sttt! Gak usah keras-keras dong”. Aku cukup kaget dengar berita itu. Karel? Satu kampus sama aku? TIDAK!









