“Helga, sebenarnya tujuan kedatanganku ke gubuk tua ini ialah aku ingin berpamitan karena aku ingin pulang ke istana untuk selamanya” ujar Daniel sambil menatap matanya.
Awalnya ia hanya menganggap semua itu hanya bercanda saja.
Kemungkinan, Daniel mungkin datang ke rumahnya ingin mengambil handphone yang ia bawa karena ketinggalan di sekolah tadi pagi.
Helga tertawa.
Dan, Daniel menatapnya dengan diam yang penuh arti.
“Hhhhh… Sudah-sudah kawan, jangan bercanda! Ini tidak lucu ya. Ini sudah malam. Ini handphone kau yang ketinggalan di sekolah tadi” jawabnya sambil tertawa.
“Aku tak bercanda, malam ini aku akan benar-benar pulang. Ini semua bajuku sudah kubawa, aku meminta maaf atas kesalahanku padamu dan mungkin juga kepada orangtuamu” Jawab Daniel sambil memperlihatkan isi tasnya.
Seketika itu air matanya tak bisa dibendung, mulutnya pun diam kaku membisu.
“Kau ingin meninggalkan semuanya? Bagaimana untuk impian kita? Akankah itu pudar?” tanyanya dengan suara lirih.
“Raja dan ratu telah menyuruhku pulang ke istana, mereka lekas tua. Mereka ingin aku menemani di masa tuanya, karena aku satu-satunya penerus tahta kerajaan” jawab Daniel.
Helga ialah perempuan yang keras, seketika itu ia membentak Daniel untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“Bohong. Kau pembohong. Jelaskan maksud semua ini di hadapanku semuanya”









