Secangkir Kopi Kerinduan

oleh -424 views

Lagi-lagi Daniel kembali memberi pesan singkat.
“Permaisuri, apakah masih ada lowongan cinta dihatimu? Jika masih ada aku ingin melamarnya disana. Karena aku rindu dengan suasana gubuk tua, secangkir kopi dan janji kita yang disaksikan rembulan di tengah malam yang buta waktu itu”, whatsapp Daniel dengan emoticon love.
“Bukankah, kau sudah di istana raja dengan permaisurimu?” tanyanya.
“Ia tidak mencintaiku, ia mencintai pangeran di seberang istanaku”
“Maaf sekarang ini pintu perbatasan istana telah melarangnya, sang Maha Kuasa telah memutar balikkan restu orangtuaku. Restu itu bersamaan pudar dengan rasa cinta ini, cinta ini telah hambar terbawa angin”, jawabnya.
“Lantas, bagaimana dengan kita, Secangkir kopi kerinduan, gubuk tua dan janji kita yang disaksikan rembulan malam?” tanya Daniel dengan emoticon sedih.
“Lupakan semua itu, mungkin sebatas sahabat atau saudara lebih baik daripada bercinta tapi dengan berakhir luka. Biarkan skenario allah swt yang akan menjawabnya” tegasnya.
“Tapi apakah sang pangeran masih boleh jika berkunjung ke gubuk tua itu dan menikmati secangkir kopi kerinduan kembali?”
“Silahkan, dengan senang hati”

Baca Juga  Man City vs Arsenal Jadi Laga Penentu, Guardiola: Kalau Kalah, Selesai

Akhirnya, ia memutuskan untuk sekarang ini hanya sebatas sahabat. Biarlah waktu yang menjawabnya, karena jika sudah berjodoh Allah swt akan mempertemukan dalam ikatan yang suci. Dan, setiap 1 tahun sekali Daniel selalu berkunjung ke gubuk tua itu untuk menikmati secangkir kopi kerinduan. Walau rasanya semua itu hanya sebatas persahabatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.