Segala Luka Kembali Menganga

oleh -400 views

Kakek dan Ayah Dien Keumala adalah seorang ulama. Karena ketaatan dan keberpihakannya, mereka dianggap berbahaya, lalu dilenyapkan. Kakek dan ayahnya tewas dalam peristiwa serupa. Namun pada kurun waktu berbeda. Tujuh puluh satu tahun lalu, dan dua puluh delapan tahun yang lalu.

Keluarganyalah yang menikmati segala kemewahan pasca-Helsinki. Kemewahan hidup yang dibangun di atas puing-puing, jelaga dan darah. Membangun kedekatan dengan tentara dan menjadi pegawai pemerintah. Sebagai janda, ibunya kawin lagi dengan mantan kombatan. Itulah alasan ia berubah. Itu pulalah alasan setelah selesai kuliah ia enggan kembali ke Pidie.

Lha itu, soal skripsi,” tukas Rajendra sambil memandang sekeliling, lalu menunjuk orang-orang berkelompok duduk menghadap laptop.

Baca Juga  Percakapan Hayal Soekarno-Hatta

Rajendra tak ingin membahas kelanjutan perjodohannya. Selain menjadi penyebab mereka pisah tiga tahun lalu. Hal itu akan mengundang memori Dien Keumala yang menyimpan jejak traumatik dengan kekerasan dan kehilangan.

Dulu sekali, di auditorium universitas, Rajendra pernah bertanya ihwal Dien Keumala berkuliah ke Magelang. Ia menjawab tak diterima di Gajah Mada. Baru setelah di Tidar ia sadar, terlalu banyak tentara di kota, dan ia sangat menyesal.

No More Posts Available.

No more pages to load.