Kerajaan ini diperkirakan hidup berkembang antara 923-722 SM dan menempati 72% wilayah Bani Israel. Kerajaan ini runtuh dan hilang setelah diserbu oleh Sargon II, raja Assyria, dengan rajanya yang terakhir adalah Hosea ibn Elah.
Menurut Mahir Ahmad Agha, dengan demikian berakhirlah semua kerajaan Bani Israel dan raja Sargon II membuat kebijakan agar seluruh suku Bani Israel diasingkaan dan ditempatkan di lembah sungai Eufrat dengan menunjukkan seorang gubernur Assyria untuk mereka.
Begitu juga dengan nasib kerajaan Bani Israel di Selatan yaitu Yehuza, dengan ibukota Yerusalem (al-Quds), pada tahun 606 SM diserbu pula oleh Nebukhadnesar. Banyak penduduk yang terbunuh dalam serangan tersebut dan Rajanya yang terakhir di sana Yahwakin ibn Bawakim dan keluarganya juga diasingkan ke Babilonia, Irak.
Akan tetapi, kata Mahir Ahmad Agha, di tempat pengasingan ini para bekas pimpinan kerajaan Yehuza memberontak pula, sehingga menyebabkan diserbu lagi ke Babilonia oleh Sargon II, raja Assyria, sehingga tahun 586 SM sudah berakhirlah semua kerajaan Bani Israel.
sumber: sindonews











