Kisah Berlangsungnya Perang Khaibar
Dicertikan dari buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2 karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, sekitar 1.600 orang pasukan muslimin, termasuk 200 prajurit berkuda yang menjadi kekuatan utama, bergerak menuju Khaibar dengan keyakinan kuat akan terwujudnya janji kemenangan dari Allah SWT
Langkah ini dilandasi keimanan yang kokoh bahwa pertolongan Allah pasti menyertai perjuangan kaum mukmin.
Sebelum keberangkatan, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa panji utama peperangan akan diserahkan kepada seorang pejuang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Keesokan harinya, Ali bin Abi Thalib yang saat itu mengalami sakit mata dipanggil menghadap Nabi Muhammad SAW.
Melalui doa Rasulullah SAW, Ali pun sembuh dan kemudian dipercaya memegang bendera perang. Ia juga menerima pesan agar terlebih dahulu mengajak musuh kepada Islam sebelum terjadinya pertempuran, sebagai penegasan bahwa dakwah selalu diutamakan meski dalam situasi perang.
Dalam perjalanan menuju Khaibar, Rasulullah SAW bertemu dengan seorang penggembala kambing yang tertarik pada ajaran Islam dan akhirnya memeluk agama tersebut. Penggembala itu sempat merasa khawatir terhadap kambing-kambing yang digembalakannya karena merupakan milik orang Yahudi.










