Kuda Hitam dengan Gagasan “Payung”
Sementara itu, perhatian publik juga tertuju pada Apries Gaspersz, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, yang muncul sebagai “kuda hitam” dalam kontestasi ini.
Apries mencuri perhatian bukan hanya karena posisinya sebagai kandidat, tetapi juga karena gagasan yang ia bawa dalam proses seleksi JPT Pratama. Ia mengusung metafora “Memperkecil Hujan dan Memperbesar Payung” sebagai filosofi tata kelola pemerintahan.
“Hujan itu masalah, gangguan, dan konflik. Tugas kita meredamnya. Payung itu pelayanan publik. Kita harus memperluas perlindungan agar warga merasa aman,” ujarnya dalam salah satu pernyataan gagasan.
Konsep tersebut dipandang sebagai upaya menawarkan pendekatan baru dalam pelayanan publik yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Seleksi Ketat dan Pertarungan Gagasan
Sumber di lingkungan Pemerintah Kota Ambon menyebutkan, proses seleksi kali ini akan sangat bergantung pada hasil assessment yang ketat. Penilaian tidak lagi hanya bertumpu pada senioritas, tetapi pada kecerdasan komprehensif dan kapasitas kepemimpinan.
“Kecerdasan adalah faktor penentu. Dan itu akan terlihat di hasil seleksi nanti,” ungkap salah satu sumber internal.
Meski Robby Sapulette dinilai unggul karena posisi saat ini, kehadiran Steven Dominggus dan Apries Gaspersz membuat peta persaingan menjadi lebih terbuka dan dinamis.











