Reza menilai perilaku buzzer itu merusak iklim demokrasi dan menghambat ruang kritik konstruktif yang seharusnya menjadi fondasi pemerintahan daerah.
“Cita-cita demokrasi para pendahulu bisa terinterupsi dan menyebabkan kehidupan politik di Malut semakin mundur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seharusnya gubernur menunjukkan sikap dewasa dalam menerima kritik publik, bukan membiarkan aparat pendukung digital menyerang balik pihak yang berbeda pandangan.
“Jangan malah memelihara cecunguk buzzer-buzzer itu,” pungkasnya. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









