Setubuhi gadis bawah umur, pimpinan umat resmi ditahan

oleh -178 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Usai menjalani pemeriksaannya di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, salah satu pimpinn umat pada salah satu Gereja Gekari Passo di Kota Ambon, Pdt alex Kapressy (54), dipastikan akan ditahan parat kepolilsian.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Senin (16/4), hal ini dibenarkan Kapolres P. Ambon dan Pp. Leaase, AKBP Sutrisno Hadi Santoso,S.IK.

Menurutnya, penandatanganan surat penahanan kepada yang bersangkutan sudah dilakukan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka.

”Hari ini masih dalam pemeriksaan Pdt Alex Kapressy. Sesudah itu, akan dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Link Banner

Kasus itu, jelasnya, baru terungkap usai ibu korban, MVJT, mendengarkan kisah dari tetangga kostnya, di Tantui, tepatnya di belakang Maluku City Mall (MCM).

Baca Juga  TNI siap back up, PDIP lobi Jokowi secara internal

Saat itu, korban mengaku kepada tetangganya, bahwa korban sudah ”dikerjai” sang pimpinan umat ketika ditinggal sendiri oleh ibunya saat ke pasar, di dalam kamar kostnya, Jumat (6/4) lalu.

Namun saat mengaku kepada ibunya, terangnya, VNA berkisah sudah ”digarap” berkali-kali sejak masih duduk di kelas II SD tahun 2014 silam.

Usai mendengarkan penuturan buah hatinya itulah, MVJT kemudian melaporkan AK atas dugaan tindakan pencabulan ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P. Ambon dan Pp. Lease, Selasa (10/4), sekitar pukul 16.00 Wit.

Khusus untuk kasus pencabulan kepada anak, tegasnya, pihaknya tidak akan memberikan tangguhan penahanan kepada siapapun pelakunya.

”Untuk pencabulan anak, kami tidak akan memberikan penangguhan penahanan. Siapapun dia,” tegasnya.

Baca Juga  PBB kirim 71 Truk Bantuan Kemanusiaan ke Suriah

Sedangkan untuk ancaman pidana, tambahnya, AK bakalan terncam hukuman 20 tahun penjara, bahkan seumur hidup.

”Kasus ini sendiri telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease. Kasus persetubuhan anak di bawah umur ini, diatur dalam pasal 81 ayat (1), dan ayat (2), UU RI Nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau penjara seumur hidup,” pungkasnya. (keket)