Shaggydog tak mau lupa akar
Karya Shaggydog memberikan dampak besar dalam perkembangan kampung Sayidan. Tempat itu menjelema jadi tempat lahirnya komunitas musik yang mempengaruhi perjalanan musisi indie di Yogyakarta, bahkan Indonesia.
Namun, seiring perginya Shaggydog dan Doggy House dari Syaidan ternyata membuat perkampungan itu berubah, layaknya sejarah permukiman Arab yang mulai hilang digerus zaman.
Kini, tak ada lagi jejak anak-anak yang berdandan punk atau skinhead dengan rambut pelontos hingga mohawk di sepanjang gang gelap itu. Tak ada lagi kerumunan remaja dengan gitar yang menyukai band-band subkultur seperti saat Bandizt dkk. Membangun mimpi.
Peninggalan Shaggydog di sana hanya rumah milik Bandizt, Richard, dan keluarganya saja. Padahal, tempat tinggal mereka dulu jadi markas anak-anak muda yang punya imajinasi liar cangkruk.
Bandizt tak menampik, Shaggydog memberikan pengaruh pada aktivitas anak-anak muda. Tak pelak, dia bersama band-nya ingin menghidupkan kembali marwah Sayidan. Walau sulit menghidupkan kembali aktivitas di sana, Shaggydog setidaknya masih bisa membantu anak-anak muda berkarya.
Mereka pun kini membantu musisi-musisi muda yang idealis untuk bisa merilis sebuah karya. Kebetulan, Shaggydog memiliki record label bernama Doggy House Record.








