Siti Fadilah dan Dr Tifa Kuliti Efektivitas Vaksin Sinovac, Divaksin dan Tidak Sama Saja

oleh -207 views

Dia mengaku senang sekali dengan adanya vaksin karena hal itu merupakan salah satu stratgei untuk mempercepat pelandaian pandemi Covid-19.

“Tetapi dalam memilih vaksin, seharusnya diketahui hasil uji klinis fase tiga,” ucapnya.

Kalau pun belum ada hasil uji klinis fase tiga, maka bisa meminjam uji klinis fase tiga negara lain dengan vaksin yang sama.

“Untuk diketahui vaksin pertama yang dibeli pemerintah, yaitu Sinovac, itu kan belum selesai uji klinis fase tiganya,” ucapnya.

Artinya, kalau mau pakai vaksin Sinovac, maka harus meminjam uji klinis yang sudah selesai di negara lain.

Sampel Sinovac Tak Representatif

Dr Tifauzia Tyassuma alis dr Tifa

Dr Tifa juga menyoroti uji klinis vaksin Sinonac di Indonesia yang jumlah sampelnya sangat kecil, hanya 1.620 orang.

Baca Juga  Kodim Kebut Pembangunan Sembilan Kopdes Merah Putih di Halmahera Selatan

Itu pun mayoritas sampelnya hanya ada di satu provinsi, yakni Jawa Barat. Padahal jumlah penduduk Indonesia 270 juta jiwa lebih.

Di negara lain, kata dia, sampel uji klinis cukup representatif dan menyebar ke semua provinsi.

Di Turki misalnya, jumlah sampelnya sebanyak 10.000 lebih. Padahal jumlah penduduknya hanya 82 juta jiwa, jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia.

Di Brazil, sampel uji klinis vaksin Sinovac sebanyak 13.000 ribu dengan jumlah penduduk 211 juta jiwa lebih.

“Di Brzail sebanyak 13.000 relawan uji klinis. Itu cukup representatif. Dan efektivitasnya hanya 54 persen,” kata dr Tifa.

No More Posts Available.

No more pages to load.