Ia mengakui tantangan terbesar selama masa persiapan adalah menjaga kondisi fisik para peserta karena tingginya intensitas latihan.
“Tantangan kami selama latihan adalah menjaga kesehatan anak-anak karena intensitas latihan cukup tinggi. Namun, kami terus berusaha agar mereka dapat tampil maksimal pada setiap perlombaan,” katanya.
Meski telah meraih gelar juara tingkat provinsi, Max menegaskan perjuangan tim belum berakhir.
“Ini bukan akhir dari perjalanan kami. Kami akan terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan berharap dapat memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” ujarnya.
Salah seorang anggota tim juara, Juan Letelay, mengungkapkan latihan yang dijalani berlangsung disiplin dan menuntut kerja keras seluruh anggota tim.
“Hampir setiap hari kami berlatih dari pagi hingga malam. Prosesnya memang berat, tetapi semua itu menjadi bagian dari perjalanan untuk meraih prestasi,” katanya.
Menurut Juan, tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah membangun mental bertanding ketika harus menghadapi sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah di Maluku.
“Tantangan terbesar kami adalah mental. Awalnya kami merasa lawan-lawan yang dihadapi lebih unggul. Namun, melalui latihan yang panjang dan kerja keras, serta penyertaan Tuhan, kami akhirnya bisa meraih juara pertama,” ujarnya.











