Soal Video Viral Bunga Leksula, Widya Pratiwi Murad Minta Maaf

oleh -2.341 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Setelah video joget-jogetnya sempat viral dan menjadi pergunjingan masyarakat, Widya Pratiwi Murad Ismail menyampaikan permohonan maaf.

Sikap ksatria dan jiwa besar Widya dalam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat itu diunggah melalui akun media sosial Facebook miliknya yang sudah terverifikasi bernama Widya MI.

Secara terbuka, dirinya mengatakan, terkait dengan video yang telah beredar luas, melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf karena bagaimanapun sudah menampakan saya dalam posisi sedang tidak mematuhi Prokes. Padahal selama ini dalam setiap aktivitas, bisa dilihat dalam berbagai publikasi, saya selalu berusaha mematuhi Prokes, terutama dalam menggunakan masker.

Widya juga mengaku bahwa peristiwa joget-joget itu terjadi secara spontan. “Pas selesai makan ada rekan yang mengajak untuk sekedar memeriahkan pertemuan malam itu, jadi saya pun spontan berdiri dan turut serta karena menghargai, sehingga masker yang harusnya saya pakai tergantung di dada. Itu tentu sebuah keteledoran yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi saya dan bagi kita semua, semoga kedepan bisa lebih baik,” paparnya.

“Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf, dan sembari mengajak kita semua, marilah bersama, terutama yang ada di Kota Ambon tetap menjaga diri dan keluarga kita,” ajak Widya.

Baca Juga  Kunjungi Petugas & Pasien Covid, Polda Maluku dan Polresta Gelar Bhakti Sosial Sambut HUT Bhayangkara

Berikut keterangan lengkap Widya Pratiwi yang kami kutip dari akun faceboknya:

Assalamualaikum,
Selamat pagi
Salam sejahtera
Syalom….

Basudara semua….

Terkait dengan video yang telah beredar luas, melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan permintaan maaf karena bagaimanapun sudah menampakan saya dalam posisi sedang tidak mematuhi Prokes. Padahal selama ini dalam setiap aktivitas, bisa dilihat dalam berbagai publikasi, saya selalu berusaha mematuhi Prokes, terutama dalam menggunakan masker.

Bukan maksud membenarkan diri, tapi perlu saya jelaskan di sini, kalau waktu itu, pas selesai makan ada rekan yang mengajak untuk sekedar memeriahkan pertemuan malam itu, jadi saya pun spontan berdiri dan turut serta karena menghargai, sehingga masker yang harusnya saya pakai tergantung di dada. Itu tentu sebuah keteledoran yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi saya dan bagi kita semua, semoga kedepan bisa lebih baik.

Baca Juga  Rekaman Perselíngkuhan Anggota DPRD dan PNS Saat di Hotel Terungkap "Naik Saja"

Berikutnya, perlu saya jelaskan pula, bahwa peristiwa yang viral lewat video itu bukan terjadi pada saat telah diberlakukannya PPKM di Kota Ambon. Saya tentu tidak ingin membenarkan diri, telah tidak menggunakan masker, tapi memposting satu video lama dan memberikan keterangan seolah-olah itu kejadian baru, atau terjadi saat berlakunya PPKM juga adalah tindakan yang saya kira kurang etis, tidak proportional, tendensius dan kental nuansa politisnya.

Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf, dan sembari mengajak kita semua, marilah bersama, terutama yang ada di Kota Ambon tetap menjaga diri dan keluarga kita. Saya sendiri karena melihat situasi yang kurang kondusif, sudah lebih dari seminggu ini tidak melakukan aktivitas di luar rumah, dan juga membatalkan sejumlah pertemuan yang sebelumnya sudah diagendakan.

Baca Juga  AJI Respons Banding Pemerintah soal Vonis Internet Papua

Terima kasih atas kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak, walau ada yang disampaikan dengan kurang elok, saya menerimanya dengan lapang dada, dan sekali lagi berharap ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama. Stay safe, kalau bisa katong tado di rumah, terutama selama PPKM berlaku.

Ambon, 11 Juli 2021

Salam sayang dan salam hormat for basudara samua…

Wassalamualaikum,
Salam sejahtera
Syaloom…

Widya Pratiwi

(tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.