Soroti Kelangkaan Mitan di Piru, DPRD SBB Minta Usut Dugaan Monopoli Pasokan

oleh -13 Dilihat
Anggota DPRD SBB dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Petronela Jetkel Monica Istia, S.Pt., meminta Pemerintah Kabupaten SBB dan instansi terkait segera membuka secara transparan rantai distribusi minyak tanah, mulai dari pasokan, agen hingga penyaluran kepada masyarakat.

Menurutnya, ketika pasokan ke Kota Piru berkurang, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

“Kalau stok minyak tanah ke Piru berkurang, masyarakat yang menjadi korban. Mereka harus antre seharian hanya untuk mendapatkan minyak tanah,” katanya.

Kondisi tersebut, kata Istia, semestinya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi di wilayah SBB.

Ia meminta pemerintah memastikan tidak ada pihak tertentu yang mendapatkan perlakuan istimewa dalam distribusi komoditas bersubsidi.

Rapat Evaluasi Dipertanyakan

Selain persoalan dugaan monopoli, Istia juga mempertanyakan mekanisme rapat evaluasi kelangkaan minyak tanah yang dilaksanakan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) SBB pada Senin (10/8/2026).

Baca Juga  Cetak Sejarah, Aisha Wahab Jadi Warga Keturunan Afghanistan Pertama Wakili California di Kongres AS

Menurut dia, evaluasi seharusnya melibatkan seluruh pihak yang berada dalam rantai distribusi minyak tanah, termasuk seluruh agen yang beroperasi di Kabupaten SBB.

Istia mengaku mempertanyakan mengapa tidak semua agen dilibatkan dalam rapat tersebut.

“Pada saat rapat evaluasi tanggal 10 Agustus itu, tidak semua agen minyak tanah diundang. Ini yang saya pertanyakan. Bagaimana kita mau mengevaluasi persoalan distribusi kalau tidak semua agen dilibatkan?” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.