Oleh: Christian A. D. Rettob, S.H., M.H, Sekjen PP PMKRI 2022-2024
Seketika perhatian publik Indonesia menengok ke “Teuku Umar”, pancaragam komentar, persuasi hingga opini publik mengisi kebingungan bangsa yang sebelumnya masih menaruh perhatian serius terhadap dinamika global dan situasi nasional hari-hari ini.
Indonesia cukup dilematis karena secara paksa harus berhadapan dengan kondisi geo-ekonomi dan teka-teki politik Trump. Belum lagi arus dinamika nasional yang sedikit menguras energi Presiden Prabowo Subianto beserta Kabinet Merah Putih untuk memastikan Asta Cita.
Dalam potret demokrasi politik Indonesia, tidak ada kalah atau menang, selalu muncul bintang baru, para maestro lama pun membentuk formasi baru, itu sudah merupakan langkah bidak catur yang bergerak dengan rencana dan strategi yang matang.
Di sisi lain ada fenomena unik. Sekurang-kurangnya telah diperlihatkan oleh duo tokoh sentral Indonesia, sebut saja Megawati Soekarno Putri yang kita kenal sebagai Presiden V dan Prabowo Subianto yang merupakan Presiden VIII Indonesia, mereka kembali bersua di atas pangkuan Ibu Pertiwi.
Pada momentum kebangsaan ini, berdengunglah nama Sufmi Dasco Ahmad, sosok yang boleh dikatakan sebagai juru kunci atas pertemuan Prabowo dan Megawati. Peran Dasco hari ini menunjukkan kecintaannya terhadap Indonesia, menjadi fasilitator untuk konsolidasi kepentingan bangsa dan negara.












